- Back to Home »
- Artikel Pendidikan »
- MATAHARI, BUDAYA DAN KIAMAT
Posted by :
Imam Aji Subagyo
Jumat, 18 November 2011
Membaca judul diatas, kita mungkin akan bertanya-tanya. Bagaimanakah hubungan ketiganya? Matahari adalah produk alam, budaya adalah produk interaksi manusia, sementara kiamat? Ah itu urusan agama. Susah juga ya? Ada hal mustahil berikut akan coba dihubungkan. Sebelumnya tulisan ini sebagian mengutip kata-kata Al Ustadz Kholid Mawardi Irma dalam pengajian kitab I’anatut Tholibin pada tanggal 18 November 2011 di kelas Alfiah 1 Pondok Pesantren Al-luqmaniyyah. Dengan banyak perubahan.
Kita ketahui bahwa matahari terbit dari timur dan terbenam di barat. Dan tak perlu lagi dalil-dalil. Karena sudah menjadi rahasia umum tentang hal tersebut. Tar perlu lagi penelitian, karena sudah merupakan fakta dan terjadi sejak Dunia ini di ciptakan. Lalu apa kaitannya dengan Budaya dan kiamat? Baik kita mulai dari pembahasan budaya. Arus budaya dunia sejak zaman pra sejarah hingga sebelum abad pertengahan adalah mengalir dari Timur ke barat. Bukti dari keadaan tersebut adalah bahwa peradaban manusia yang paling tua berada di asia (dunia timur). Sebut saja Mohenjo daro dan Harappa, Babylonia, Mesir kuno, Indonesia, Cina, Jepang, dan lain-lain. Bangsa-bangsa barat (Eropa dan Amerika) pada masa itu bukanlah sesuatu yang sehebat bangsa-bangsa tadi, yang bahkan kehebatan arsitektur dan warisan kebudayaannya masih bisa kita nikmati hingga sekarang. Kemegahan bangsa-bangsa tadi juga yang membuat mereka berkeliling dunia, untuk berdagang, menyebarkan agama, berkelana dan sebagainya. Menyebarnya bangsa-bangsa timur itu pun merambah hingga kelompok-kelompok manusia yang masih tertinggal di barat. Kemudian karena proses akulturasi, bangsa-bangsa barat pun beroleh ilmu dan pengetahuan dari bangsa timur, Kekhasan kazanah keilmuan bangsa-bangsa timur yang beradap dan penuh akan etika, tatakrama, budi pekerti yang santun pun secara tidak langsung turut berakulturasi, dan dengan mudah dipelajari bangsa barat yang membuat mereka semakin lebih beradab. Dari csekelumit kisah tersebut nampaklah bahwa arus kebudayaan pada masa-masa itu mengalir dari Timur ke Barat, laksana mentari yang terbit dari timur dan terbenam di barat. Ribuan tahun berlalu, kini lihatlah bagaimana sebenarnya arus kebudayaan tersebut. Bangsa barat yang dulu belajar dari kita bangsa timur semakin tumbuh dan menguasai dunia. Ciri kehidupan barat yang cenderung kapitalisme, materialisme, hedonisme berkembang dengan pesat. Bahkan tidak hanya masyarakat belahan barat saja yang mengembangkan paham-paham tersebut, bahkan kini macam budaya kapitalisme, materialisme, hedonisme telah menjadi gaya hidup masyarakat global. Dan tentu saja menjalar ke bangsa timur, mempengaruhinya, mnggerogoti setiap sendi budaya positi di bangsa timur hingga masuk ke setiap jaringan dan sel-selnya. Dan bahwa jelas bahwa aliran kebudayaan pun berbalik dari barat ke timur. Melawan kehendak sang pencerah alam ini (matahari) yang terbit dari timur ke barat. Ingatkah kita akan salah satu tanda-tanda kiamat? Salah satunya adalah terbitnya matahari dari arah barat. Sebenarnya ada kemungkinan bahwa kata-kata “terbit dari barat” adalah sebuah perumpamaan. Dimana berbaliknya arus budaya positif dari Timur ke Barat digantikan arus kebudayaan Negatif dari Barat ke Timur. Selanjutnya, silahkan dengan versi anda masing-masing!